![]() |
| Tokoh lintas agama bersama Ansor Jatisampurna saat kegiatan Ngariung Bareng dan buka puasa bersama di Kampung Pancasila, Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (7/3/2026). |
Bekasi — Tokoh lintas agama berkumpul dalam kegiatan “Ngariung Bareng: Dari Toleransi ke Persaudaraan Sejati” yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Jatisampurna, Kota Bekasi, di Kampung Sawah, Kecamatan Pondok Melati, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Pancasila tersebut menjadi momentum memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Acara diisi dengan dialog kebangsaan bersama tokoh agama dari berbagai latar belakang, antara lain Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setelah dialog, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan saling menghormati antarumat beragama.
Ketua PAC GP Ansor Jatisampurna, Ustaz H. Dul Hamid Sanik, mengatakan kegiatan “Ngariung Bareng” bertujuan memperkuat etika sosial masyarakat yang berlandaskan pada persaudaraan, kedamaian, kerukunan, dan toleransi.
“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama sekaligus membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat. Dari toleransi kita wujudkan kebersamaan dan kedamaian,” ujarnya.
Ia menambahkan, GP Ansor Jatisampurna ingin menjadi penghubung yang mempererat hubungan antar komunitas serta membangun jejaring lintas agama di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat di 12 kecamatan di Kota Bekasi dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Selain itu, pihaknya berharap dapat berkolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi dalam berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga stabilitas sosial serta menciptakan suasana Kota Bekasi yang harmonis dan toleran.
“Kerukunan umat beragama sangat penting untuk menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. Jika kerukunan terjaga, potensi konflik maupun radikalisme dapat dicegah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, para tokoh agama dan masyarakat yang hadir sepakat untuk terus memperkuat persatuan serta menghadirkan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat, sejalan dengan cita-cita Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan.

