BEKASI — Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menutup Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna Angkatan I PAC Bekasi Selatan sekaligus Angkatan XVII Kota Bekasi yang berlangsung pada 14–16 Mei 2026 di Kantor Kecamatan Bekasi Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kaderisasi Banser di Kota Bekasi sekaligus mempererat sinergi antara organisasi kepemudaan keagamaan dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimcam.
Acara penutupan turut dihadiri Wakil I Ketua DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan, Kanit Intel Polsek Bekasi Selatan AKP Arif Yudianto, S.I.Kom., perwakilan Koramil Bekasi Selatan Sertu Arifin, jajaran pengurus MWC NU Bekasi Selatan, tokoh agama KH. Dr. Tofik, M.A., serta pengurus GP Ansor dan Banser Kota Bekasi.
Sebanyak 38 peserta mengikuti rangkaian Diklatsar, dengan 36 peserta dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi baiat sebagai anggota Banser.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe juga ditetapkan sebagai anggota kehormatan Banser Kota Bekasi. Penetapan itu ditandai dengan penyematan jaket Banser sebagai simbol kehormatan dan kebersamaan dalam keluarga besar Ansor Banser.
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe berharap GP Ansor dan Banser dapat terus bersinergi bersama Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung pembangunan, menjaga persatuan, serta mendorong kemajuan daerah.
“Ansor dan Banser memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah dalam pembangunan. Pemerintah Kota Bekasi berharap sinergi ini terus diperkuat demi kemajuan Kota Bekasi,” ujarnya.
Sementara itu, jajaran GP Ansor Bekasi Selatan menegaskan bahwa Diklatsar tidak hanya menjadi proses kaderisasi organisasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter kader yang disiplin, loyal terhadap NKRI, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

