KOTA BEKASI — Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bekasi, Hasan Muhtar, menyampaikan duka mendalam atas musibah kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Berdasarkan informasi terbaru hingga Rabu (29/4/2026), insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Disebutkan pula, mayoritas korban merupakan perempuan. Sejumlah korban masih dalam penanganan intensif di fasilitas kesehatan.
Hasan menilai peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya keselamatan di kawasan perlintasan rel. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi dan seluruh unsur terkait yang bergerak cepat sejak awal kejadian.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wali Kota Bekasi, Bapak Tri Adhianto, bersama jajaran dan instansi terkait yang telah bekerja keras melakukan evakuasi, penyelamatan, serta penanganan korban,” ujar Hasan.
Ia turut menyampaikan doa bagi para korban. “Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, serta yang mengalami luka-luka segera diberi kesembuhan,” ucapnya.
Di tengah duka, Hasan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi jalur kereta api. Menurutnya, kepatuhan terhadap rambu dan kewaspadaan menjadi kunci utama mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu tertib saat melintasi perlintasan kereta api, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan bersama,” katanya.
Peristiwa di Bekasi Timur ini meninggalkan luka bagi banyak keluarga. Dukungan moral dan kepedulian publik diharapkan terus mengalir, seiring upaya pemulihan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
